Kilat tampak lebih dulu karena cahaya bergerak lebih cepat daripada bunyi. Guntur yang menyusul merupakan suara dari gejala petir yang sama; perbedaan waktu kemunculannya terjadi karena cahaya dan suara memiliki kecepatan berbeda [1].

Perbedaan muatan memicu petir

Awan yang bergerak dan berinteraksi dengan awan lain dapat mengalami pemisahan muatan: muatan negatif terkumpul di satu sisi, sementara muatan positif berkumpul di sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, muatan negatif atau elektron dapat dilepaskan dari awan menuju bumi, atau sebaliknya, untuk mencapai kesetimbangan [1].

Bumi bukan satu-satunya tempat tujuan pelepasan muatan. Petir juga dapat terjadi antara dua awan yang memiliki muatan berbeda [1]. Dalam prosesnya, elektron melintasi udara. Ketika mampu menembus ambang batas isolasi udara, pelepasan tersebut disertai ledakan suara [1].

Udara yang lebih banyak mengandung air memiliki daya isolasi lebih rendah sehingga arus lebih mudah mengalir. Hal ini menjelaskan mengapa petir lebih sering terjadi pada musim hujan [1].

Mengapa guntur terdengar belakangan?

Kilat dan guntur menandai peristiwa petir yang sama, tetapi keduanya tidak sampai kepada pengamat pada waktu bersamaan. Cahaya kilat tiba lebih dahulu karena bergerak lebih cepat daripada suara; bunyi guntur menyusul kemudian [1]. Jadi, jeda yang terdengar berasal dari perbedaan kecepatan perjalanan cahaya dan bunyi, bukan karena guntur merupakan kejadian petir yang lain [1].

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Petir. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=30041533&title=Petir (diakses 2026-10-17).